Nurdiati Akma: Jakarta Warisan Raden Fatahillah Bukan Cina, Umat Islam Harus Memimpin
Hj. Nurdiati Akma (kanan) saat memimpin doa dalam acara Parade Tauhdi di Jakarta
Jakarta (SI Online) - Melalui peringatan Nuzulul Quran kita sebagai umat Islam harus kembali ingat perintah Allah SWT dalam surat al Alaq ayat pertama yaitu perintah membaca.
"Iqro' (bacalah), ayo baca Alquran dan baca pula keadaan sekeliling kita," ujar Ketua Pimpinan Pusat Forum Silaturahim antar Pengajian (PP FORSAP), Hj. Nurdiati Akma kepada Suara Islam Online, Rabu (22/6/2016).
gambar:en.wikipedia.org
Saat ini, menurutnya kita harus memperhatikan masalah kepemimpinan bangsa. "Alquran sudah menegaskan agar jangan pilih pemimpin yang kafir. Kita harus mengingat perintah Allah itu agar kelak tidak mendapatkan azab yang pedih," jelasnya.
Terkait kepemimpinan di DKI Jakarta, menurut Nurdiati, umat Islam lah yang paling berhak memimpinnya. "Lihat sejarah kita, siapa pewaris tanah Jakarta ini? ya kita umat Islam atas jerih payah kakek kita Raden Fatahillah yang memimpin peperangan mengusir Belanda," ungkapnya.
"Kitalah yang berhak dan kita juga bukan orang-orang bodoh, banyak diantara kita yang sudah jadi profesor, jadi doktor, karena itu kita harus bangkit," tambahnya.
Menurutnya, salah satu kelemahan umat sekarang ini adalah budaya menyuap untuk memuluskan suatu perkara. "Tetapi sebenarnya siapa yang mengajari kita nyogok? Itu budaya kafir yang dengan kemampuannya dia sogok para pejabat yang bisa disogok, sehingga pengusaha pribumi selalu kalah dengan mereka ini," terangnya.
Menyogok, memanfaatkan dana bank lalu kabur, itu kejahatan yang biasa mereka lakukan. "Eh sekarang mereka malah berkuasa," katanya.
Oleh karena itu, umat Islam khususnya para pemuda harus bangkit dengan selalu membaca Alquran dan mengamalkannya, pesan Nurdiati Akma.
sourche:suaraislam
Choose EmoticonEmoticon